6 Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, dari Pawai Tatung hingga Perang Air
Tradisi Imlek Indonesia yang Penuh Warna Budaya
Tradisi Imlek Indonesia mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan oleh etnis Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.
Setiap daerah memiliki cara unik dalam menyambut Imlek. Tradisi-tradisi ini sarat makna, mulai dari doa keselamatan hingga simbol pembersihan diri dan harapan baru.
1. Pawai Tatung di Singkawang
Pawai Tatung menjadi ikon perayaan Imlek di Singkawang, Kalimantan Barat. Para Tatung dipercaya dirasuki roh leluhur dan kebal terhadap benda tajam. Ritual ini digelar saat Cap Go Meh sebagai simbol penolak bala dan pembersihan kota.
2. Cap Go Meh dengan Arak-Arakan Budaya
Cap Go Meh menandai hari ke-15 setelah Imlek. Di berbagai kota, perayaan ini diisi dengan barongsai, liong, dan pertunjukan seni tradisional. Tradisi ini menjadi penutup rangkaian Imlek yang meriah.
3. Perang Air di Bangka Belitung
Tradisi Imlek Indonesia juga mengenal perang air yang digelar masyarakat Tionghoa di Bangka Belitung. Perang air melambangkan pembersihan diri dari energi buruk dan menyambut tahun baru dengan hati bersih.
4. Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
Upacara Bakar Tongkang di Riau merupakan ritual syukur dan doa keberkahan. Kapal replika dibakar sebagai simbol perjalanan hidup dan harapan rezeki di tahun mendatang.
5. Sembahyang Leluhur dan Keluarga
Imlek selalu diawali dengan sembahyang leluhur. Tradisi ini memperkuat nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap orang tua serta nenek moyang.
6. Berbagi Angpao dan Hidangan Khas
Pembagian angpao menjadi tradisi yang dinantikan. Selain itu, hidangan khas seperti kue keranjang dan ikan melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
