Toleransi Budaya di Tengah Politisasi Identitas Modern

August 20, 2025 by No Comments

Toleransi budaya di tengah politisasi identitas menjadi tema penting saat tradisi tradisional diubah agar praktis dan cepat. Namun, perubahan seperti ini bisa mengikis makna asli tradisi.
Artikel ini mengeksplorasi upaya akulturasi budaya dan tantangan politisasi identitas di era digital.

Akulturasi budaya memperkuat toleransi budaya di tengah politisasi identitas modern

Akulturasi budaya yang dinamis memperkokoh toleransi budaya di tengah politisasi identitas. Dalam interaksi antarbudaya di Nusantara, akulturasi membentuk solidaritas dan jati diri bangsa yang kokoh, menjadi landasan inklusif bagi kerukunan dan toleransi.

Bahaya Toleransi Budaya dan Politisasi melemahkan makna tradisi praktis

Politisasi identitas melalui media digital bisa mereduksi makna tradisi. KPI menyoroti bahwa penyebaran narasi identitas berbasis politik bisa menyuburkan disinformasi dan hoaks. Penguatan regulasi media, literasi media, dan konten positif jadi kunci menjaga esensi dan makna tradisi di tengah praktikan yang semakin praktis.

Perubahan tradisi jadi praktis cepat: solusi atau risiko?

Toleransi Budaya dan Politisasi Mengadaptasi tradisi demi efisiensi bisa mengurangi kedalaman makna, terutama saat tradisi disederhanakan tanpa apresiasi konteks budaya. Sebagaimana komunitas Mentawai yang menyesuaikan diri pada modernisasi secara kritis, perubahan budaya perlu refleksi agar tidak kehilangan esensinya.

Perspektif publik: seberapa bahaya prosedur cepat terhadap makna tradisi?

Prosedur cepat (modernisasi atau westernisasi) dapat membahayakan makna tradisi karena dapat mengikis nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, menghilangkan aspek spiritual dan ritual, serta mengarah pada simplifikasi atau bahkan penghilangan tradisi itu sendiri. 

Pandangan ini menegaskan bahwa meski modernisasi penting, tidak semua yang tradisional itu harus dilestarikan secara literal tanpa mempertimbangkan perubahan makna dan konteks sosial.

Rangkuman dan Rekomendasi

  • Toleransi budaya di tengah politisasi identitas harus dijaga melalui akulturasi inklusif dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya.

  • Adaptasi tradisi demi kepraktisan efektif, tetapi wajib disertai penguatan pemahaman makna asli.

  • Regulasi media serta literasi penting untuk meredam politisasi identitas yang bisa memperlemah warisan budaya.

  • Perubahan tradisi harus dilakukan dengan kesadaran dan konteks budaya yang mendalam agar tidak kehilangan nilai fundamental.

Sepenuhnya menjaga toleransi budaya sambil menghadapi politisasi identitas mengisyaratkan kebutuhan untuk praktik yang bijak, adaptif namun tetap bermakna.